Cara Menyimpan Daging Kurban yang Benar agar Awet

cara menyimpan daging kurban

Setiap Idul Adha atau hari raya kurban, ada banyak daging kurban yang dibagikan dan mungkin kita juga mendapatkannya. Tetapi, terkadang kita mendapatkan jatah daging yang lumayan banyak sehingga bingung untuk menyimpannya. Berikut cara menyimpan daging kurban yang benar agar terjaga kualitasnya.

Menyimpan daging kurban sebenarnya sedikit membutuhkan perhatian agar daging dapat awet dan tidak mudah bau / busuk. Daging kurban yang melimpah, sangat disayangkan apabila tidak bisa dikonsumsi untuk beberapa waktu ke depan.

Oleh karena itu, cara menyimpan daging kurban yang benar perlu dilakukan. Berikut langkah-langkahnya:

#1 Langkah Pertama

Untuk pertama, sebelum daging kurban tersebut disimpan maka sebaiknya daging “jangan dicuci” sekarang. Jika dicuci menggunakan air kran maka berpotensi kuman-kuman bisa masuk dan terendap di dalam pori-pori daging.

Lalu kapan daging kurban ini dicuci? Cucilah saat Anda mau memasak daging tersebut, misalkan keesokan harinya.

#2 Langkah Kedua

Jika Anda mendapatkan jatah daging qurban yang lumayan banyak, sebaiknya tidak menyimpan daging utuh 2-4 kilogram di dalam freezer / kulkas. Cara yang benar adalah dengan memotong-motong daging untuk ukuran yang lebih kecil.

Lalu, simpan daging qurban tersebut ke dalam tempat penyimpanan makanan yang kedap udara. Dalam tempat penyimpanan tersebut, tersedia berbagai ukuran sehingga dapat disesuaikan dengan ukuran daging. Ini untuk menjaga kualitas daging agar tetap terjaga. Simpanlah daging tersebut dengan ukuran ½ kilogram ataupun 1 kilogram.

Jika hendak memasak, maka ambil daging dalam tempat penyimpanan dengan ukuran yang lebih kecil, biarkan yang lain membeku dalam freezer. Insya Allah, daging yang dalam keadaan beku akan bisa disimpan untuk 3-6 bulan ke depan.

#3 Langkah Ketiga

Oh ya, cara menyimpan daging kurban yang benar, sebelum disimpan di dalam freezer, sebaiknya disimpan dulu ke dalam kulkas dengan suhu sejuk selama 4-5 jam. Setelah daging dingin baru dimasukkan ke dalam freezer.

#4 Langkah Keempat

Jika nantinya hendak memasak daging beku tersebut, sebaiknya tidak mencairkan es di daging beku dengan menggunakan air panas. Cara yang tepat adalah dengan meletakkan daging beku tersebut di bawah air kran dengan suhu normal. Daging masih di dalam tempat penyimpanan saat direndam dengan air.

Setelah daging terasa lebih empuk, Anda bisa membuka wadah penyimpanan, lalu cuci daging sampai bersih. Tiriskan dan daging sudah siap untuk dimasak.

#5 Tips Tambahan

Sebaiknya hindari penggunaan kantong plastik (tas kresek) berwarna hitam. Tas kresek itu hasil daur ulang. Tas kresek yang berwarna hitam memiliki kandungan karsinogen yang berpotensi memicu sel kanker. Sebaiknya, menggunakan wadah penyimpanan yang tepat.

Itulah beberapa cara menyimpan daging kurban yang benar agar kualitas tetap terjaga untuk jangka waktu yang lebih lama. Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *